AMANAT

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PADA UPACARA PERINGATAN

HARI BHAKTI ADHYAKSA KE-52 TAHUN 2012

Minggu, 22 Juli 2012

 
Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Segenap korps adhyaksa yang saya cintai dan saya banggakan

Di manapun berada,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,

Para peserta upacara yang berbahagia,

Pada hari yang berbahagia ini, saya mengajak segenap warga adhyaksa di seluruh tanah air, untuk bersama-sama memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya dengan perkenan-nya, pada pagi hari ini kita dapat memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-52, tanggal 22 Juli 2012.

Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa tahun ini bertepatan pula dengan datangnya ramadhan, bulan mulia, bulan penuh rahmah dan ampunan. Untuk itu saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya, semoga diakhir ramadhan nanti, kita mendapatkan predikat sebagai insan-insan yang bertaqwa dan berkemenangan. Saya berharap, melalui momentum ini, segenap warga adhyaksa dapat meningkatkan pengabdian dan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, kesungguhan, dan keteguhan iman.

 Hadirin sekalian yang saya hormati,

 Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa tahun ini mengangkat tema“Dengan Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2012 Kita Tingkatkan Soliditas Korps Guna Mewujudkan Penegakan Hukum Yang Berorientasi Pada Keadilan, Kepastian Dan Kemanfaatan Hukum Dengan Mengedepankan Hati Nurani”. Tema besar tersebut mengandung empat kata kunci utama, yaitu soliditas, penegakan hukum, keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum serta mengedepankan hati nurani. Keempat kata kunci itu merupakan tolok ukur dan sekaligus kunci sukses kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum di tengah-tengah masyarakat.

Soliditas merupakan modal utama dalam rangka penegakan hukum yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel dalam mewujudkan supremasi hukum. Tanpa adanya satu kata, maka apa yang kita laksanakan khususnya penegakan hukum tidak akan mendapatkan hasil yang terbaik. Sementara itu, kebenaran dan keadilan merupakan landasan dalam mewujudkan supremasi hukum. Selanjutnya dengan mengedepan-kan hati nurani akan mendapatkan tujuan hukum yaitu keadilan serta kepastian hukum bagi pencari keadilan.

Saya berharap melalui keempat kata kunci yang menjadi tema besar Hari Bhakti Adhyaksa tahun ini, segenap warga adhyaksa dapat merajut kembali benang-benang kepercayaan masyarakat yang selama ini terkoyak oleh ulah segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kita patut bersyukur, bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini meskipun dengan berbagai keterbatasan baik anggaran maupun fasilitas, kejaksaan telah dapat menghadirkan harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang lebih baik.

 dengan mengacu rencana kerja pemerintah tahun 2012, saat ini telah dilaksanakan strategi peningkatan kinerja lembaga penegak hukum yang dilakukan dengan cara peningkatan sistem manajemen perkara yang akuntabel dan transparan; pelaksanaan akuntabilitas penegakan hukum; perbaikan mekanisme seleksi, promosi dan mutasi aparat penegak hukum yang bebas KKN, dan sesuai dengan kompetensi; perbaikan pelayanan hukum yang lebih baik dan berkualitas; peningkatan pengawasan eksternal dan internal dari upaya penegakan hukum serta peningkatan dukungan sarana dan prasarana.

 Dalam peningkatan kinerja, selain dukungan profesionalisme dan integritas pegawai, hal yang tak kalah penting adalah dukungan anggaran yang memadai dan akuntabel. Untuk laporan keuangan tahun 2011, kejaksaan telah mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian-Dengan Paragraf Penjelasan (WTP-DPP). Diharapkan agar pada laporan keuangan tahun 2012 meningkat menjadi ”Wajar Tanpa Pengecualian”. Syarat minimal untuk mendapatkan opini WTP adalah mengungkap seluruh transaksi, keefektifan penyelenggaraan sistem pengendalian intern yang memadai, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.

Kita juga patut berbangga dengan beberapa keberhasilan kejaksaan dalam melakukan penegakan hukum. Berdasarkan data pada bidang intelijen dalam satu tahun keberadaannya Adhyaksa Monitoring Center (AMC) telah berhasil menangkap buron kejaksaan sebanyak 30 orang, keberhasilan lain adalah pemulangan terpidana perkara tindak pidana korupsi dalam kasus BLBI atas nama Sherny Kojongian, melalui mekanisme kerjasama hukum yang bersifat timbal balik.

Pada tanggal 2 April 2012 telah ditandatangani perjanjian kerjasama bidang hukum antara pemerintah RI dan pemerintah Malaysia, perjanjian ini adalah perjanjian kedua yang ditandatangani oleh Jaksa Agung atas nama Pemerintah RI, setelah perjanjian bantuan timbal balik dalam masalah-masalah pidana antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hong-Kong Sar yang telah diratifikasi melalui undang-undang nomor 3 tahun 2012. Hal ini menunjukkan pengakuan atas peran aktif kejaksaan dalam kerjasama hukum luar negeri.

Selanjutnya untuk tahun 2012 s/d bulan Juni, di bidang tindak pidana umum penyelesaian SPDP menjadi berkas tahap I sebanyak 49.727 berkas dari 84.279 berkas atau 41%; penanganan tahap I yang dapat diselesaikan 52.951 berkas dari 70.442 atau 75%; kegiatan penuntutan untuk acara biasa/singkat diselesaikan 41.116 berkas dari 45.091 berkas atau 91%; sementara untuk acara pemeriksaan cepat telah berhasil melaksanakan sebanyak 747.794 putusan.

 Di bidang tindak pidana khusus, untuk penyidikan 450 dari 1.380 atau 33% dari yang ditargetkan, penuntutan 442 dari 1.380 atau 32% dari yang ditargetkan, uang yang berhasil diselamatkan Rp. 48.357.694.493,- (empat puluh delapan milyar tiga ratus lima puluh tujuh juta enam ratus sembilan puluh empat ribu empat ratus sembilan puluh tiga rupiah).

Di bidang perdata dan tata usaha negara, telah melakukan : perjanjian kerjasama dengan instansi pemerintah/BUMN/BUMD sebanyak 301 pks; memperoleh  surat  kuasa  khusus  sebanyak 412  skk;   bantuan hukum sebanyak 856 kasus; pelayanan hukum sebanyak 28 kasus; pertimbangan hukum sebanyak 27 kasus; penegakan hukum berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp. 13.629.147.277,- (tiga belas milyar enam ratus dua puluh sembilan juta seratus empat puluh tujuh ribu dua ratus tujuh puluh rupiah); menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp. 11.684.572.400,- (sebelas milyar enam ratus delapan puluh empat juta lima ratus tujuh puluh dua ribu empat ratus rupiah); uang yang dipulihkan sebesar Rp. 35.279.049.615,36 (tiga puluh lima milyar dua ratus tujuh puluh sembilan juta empat puluh sembilan ribu enam ratus lima belas rupiah tiga puluh enam sen).

Di bidang pengawasan sampai dengan bulan Juni 2012 ada sekitar 1.013 laporan pengaduan, dan telah diselesaikan sebanyak 542 lapdu. Dari 542 lapdu yang telah diselesaikan, yang terbukti hanya 62 lapdu dan sisanya 419 lapdu tidak terbukti.

Sebagai wujud pencegahan, pada tanggal 16 Juli 2012, telah dilakukan penandatanganan pakta integritas bagi seluruh pejabat eselon I dan II Kejaksaan Agung, yang diikuti oleh jajaran kejaksaan di seluruh Indonesia, dokumen ini berisi pernyataan atau janji kepada diri sendiri tentang komitmen melaksanakan tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang serta peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme. Tentunya kegiatan ini bukan sekedar seremonial semata, namun untuk mendukung keberhasilan institusi dalam upaya mencegah perilaku tercela aparat kejaksaan.

Berbagai uraian keberhasilan di atas, tidak lepas dari adanya dukungan tunjangan kinerja (remunerasi) yang telah diterima yakni sebesar 70% sejak awal tahun 2011. Kita harapkan pada tahun 2013 bisa ditingkatkan menjadi 100%. Namun hal itu diperoleh bukan secara cuma-cuma, tetapi harus diimbangi dengan peningkatan kinerja.

Peningkatan kinerja ini tentunya perlu didukung dengan data yang akurat, akurasi data tersebut hanya dapat dilakukan, jika seluruh unit kerja kejaksaan melakukan usaha tersebut secara bersama-sama. Perbaikan tersebut tidak dapat dilakukan oleh pimpinan saja, namun hal ini dapat dicapai jika dilakukan secara bersama-sama baik di pusat maupun di daerah. Selain itu, kecepatan dan keakuratan informasi ini akan menjadi bahan penilaian kinerja kejaksaan oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan Dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang berpengaruh terhadap perbaikan tunjangan kinerja kita bersama.

Peserta upacara dan hadirin yang berbahagia,

Peningkatan integritas dan profesionalisme, harus dapat diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan wewenang, dalam upaya penegakan hukum, dengan memberikan hasil yang nyata, tidak hanya bersifat retorika, tetapi secara sungguh-sungguh dapat dirasakan oleh masyarakat secara adil, taat azas, menjunjung tinggi hak asasi manusia, dan tidak diskriminatif.

Dengan pelaksanaan tugas secara profesional dan berintegritas, diharapkan dapat memulihkan citra dan kredibilitas kejaksaan di mata masyarakat, tahap demi tahap. Oleh karena itu, saya tekankan bahwa menjaga kredibilitas bagi diri sendiri dan institusi, merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seluruh insan adhyaksa.

Semua upaya di atas harus dilakukan dengan semangat kebersamaan (soliditas) korps. Ketika kita ingin merubah dunia, maka harus dimulai dari diri kita sendiri. Demikian pula dengan penegakan hukum, harus disertai integritas, profesionalisme serta jiwa pengabdian yangpantang menyerah. Tanpa itu semua, maka hanya penegakan hukum yang berkeadilan dan bermanfaat, hanya akan menjadi utopia belaka.

Hadirin dan Warga Adhyaksa yang berbahagia dimanapun berada,

Pada kesempatan ini, saya menyampaikan rasa terima kasih kepada institusi penegak hukum dan instansi pemerintahan terkait lainnya, masyarakat luas dan semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada jajaran kejaksaan di seluruh indonesia, serta kepada segenap warga adhyaksa yang telah bekerja keras dalam melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Jadikanlah diri kita sebagai aparat penegak hukum yang terpercaya, serta jadikanlah kepercayaan tersebut sebagai penuntun yang harus dipegang teguh dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari.

Akhirnya kepada seluruh warga adhyaksa, pada hari bhakti adhyaksa tahun 2012, selaku Jaksa Agung Republik Indonesia, saya menyampaikan perintah harian sebagai berikut :

  1. Tingkatkan keimanan, tercermin dalam sikap dan perilaku yang memiliki integritas kepribadian berlandaskan nilai-nilai keagamaan serta doktrin tri krama adhyaksa.
  2. Tingkatkan pengetahuan, dengan senantiasa meningkatkan keterampilan dan profesionalisme secara terus-menerus guna mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kejaksaan.
  3. Tingkatkan pengabdian, dengan melaksanakan tugas secara ikhlas dan sungguh-sungguh sehingga keberadaan kejaksaan dapat dirasakan bermanfaat oleh masyarakat.

Demikian amanat ini saya sampaikan, teriring doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar senantiasa memberikan perlindungan dan pertolongan, supaya kita dapat bekerja keras dan lebih sungguh-sungguh dalam tugas dan pengabdian kita terhadap bangsa dan negara.

Jadilah yang terdepan dalam memenuhi harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang berkeadilan, bermanfaat, serta mengedepankan hati nurani.

“Dirgahayu Kejaksaan Republik Indonesia”

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 22 Juli 2012

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

BASRIEF ARIEF